Re-Charge

Sahabat, saya pernah bercerita bahwa salah satu barang yang sekarang sangat penting adalah charger, atau alat pengisi daya HP.  Setiap orang hendak bepergian jauh, pasti tidak lupa membawa benda ini. Jika sampai lupa, wahhh pasti hari-hari yang akan dilalui sangat menyedihkan. galau tak ada ujung. 
Bisa juga mencari pinjaman. Jika HP yang dimiliki adalah HP yang umum, maka akan banyak mendapat pinjaman. Tetapi jika HP yang dimiliki agak unik, maka dia akan kesulitan mendapat pinjaman. Saya beberapa kali mengalami hal seperti itu. Setiap bepergian selalu repot dengan alat pengisi daya ini. Kerepotan kedua adalah, selalu mencari colokan listrik di setiap kamar di mana saya menginap. Sial jika menginap di kamar yang agak kuno, di mana tidak ada colokan listrik.
Hal lain yang sekarang kerap menjadi keluhan banyak orang adalah pendeknya usia baterei HP. Semakin canggih HP seseorang, semakin banyak aplikasi di dalamnya, biasanya batereinya cepat habis masa kerjanya. Maka HP-HP yang menamakan dirinya smartphone itu biasanya sangat boros baterei. Mengapa demikian? Karena semakin cerdas HP tersebut berarti semakin bisa dipakai untuk banyak kegunaan. Ketika dulu HP hanya bisa menelfon dan mengirim SMS, baterei tidak mudah habis. tetapi ketika HP bisa untuk memotret, internetan, main game, dll, maka usia baterei semakin pendek. 
Nah untuk menyiasati hal tersebut sekarang muncul satu barang baru, namanya power bank. Istilahnya keren, pakai bank. Tempat menyimpan daya atau energi. Fungsinya sama dengan charger, yaitu untuk mengisi daya HP. Maka, kalau seseorang membeli HP apalagi yang smart, selain mendapat charger, dia harus membeli juga power bank. Itu salah satu cara agar tidak selalu bingung dengan charger.
Problemnya adalah kalau kita bepergian dan tidak membawa charger sekaligus power bank ketinggalan. Alamat puasa bermain HP. Hal ini juga sering saya alami. Tetapi, ketika hal itu terjadi saya sebenarnya bisa melakukan kegiatan lain semisal membca buku. Menguntungkan sebenarnya ketika HP mati karena kehabisan daya dan kita tidak bisa mengisinya. Karena mau tidak mau kita mesti melakukan hal-hal positif yang lain.

Sahabat, mengisi ulang energi sebenarnya ciri khas makluk hidup. Manusia membutuhkan makan, minum, dan istirahat untuk memulihkan tenaga. Tidak ada manusia yang bisa terus bekerja tanpa diisi energinya. Seperti yang dialami oleh para murid Yesus. Mereka juga butuh istirahat, butuh mengisi energi kembali. 
Anda tentu masih ingat ketika saya bercerita soal para murid yang diutus oleh Yesus berdua-dua. Nah hari ini ceritanya mereka sudah kembali. Mereka melaporkan banyak hal yang mereka alami kepada Yesus. Setelah mendengar laporan para murid, Yesus mengajak mereka ke tempat yang sunyi agar bisa sendirian saja dan beristirahat.
Menurut pengalaman, istirahat yang baik bukan hanya badan saja yang diistirahatkan tetapi seluruh daya-daya hidup kita. Mungkin Anda pernah mengalami bahwa badan terlentang dikasur, tetapi tidak bisa tertidur karena pikiran melayang-layang terus. Ternyata badan ini bisa beristirahat dengan baik kalau pikiran juga beristirahat. Di sinilah kesulitan kita, mengistirahatkan pikiran atau daya batin dengan baik. Bagi saya, yang perlu dilakukan hanyalah mengikuti apa yang diajarkan dan dilakukan sendiri oleh Yesus.   
Pertama, istirahat itu harus dilakukan. Pekerjaan tidak akan pernah habis. Bekerja menolong orang misalnya, itu perlu dan sangat baik. Tetapi juga perlu beristirahat, karena jika tidak malah kita suatu saat harus ditolong oleh orang lain. Maka, kita harus memiliki jadwal rutin mengisi ulang daya-daya hidup kita. Daya hidup itu adalah semua hal yang menunjang kehidupan kita.
Pertama adalah badan. Tentu kita sudah paham bahwa mengisi ulang daya badan adalah dengan makan, minum, olah raga dan tidur yang seimbang. Jika pola makan, pola istirahat dan pola olah raga kita seimbang kemungkinan besar badan kita akan sehat. Tetapi banyak penelitian menunjukkan bahwa kesehatan badan juga ditunjung oleh faktor lain, yaitu pikiran.
Maka hal kedua yang harus diisi ulang dayanya adalah pikiran. Pikiran harus disegarkan dan diisi lagi. Setelah penat bekerja, memikirkan banyak hal, menghadapi banyak persoalan, maka biasanya pikiran sangat penat. Efek yang sederhana yang kita alami adalah susah tidur. Maka pikiran mesti disegarkan lagi, setiap hari. Pikiran bisa disi ulang dengan tontonan yang ringan dan menyegarkan, bacaan sehat, bahkan olah raga yang baik, mampu menyegarkan pikiran. 
Hal yang juga penting dilakukan adalah latihan membersihkan pikiran. Latihan mengosongkan pikiran, melepaskan segala kecemasan dan beban. Latihan ini bisa disebut meditasi. Meditasi tidak selalu berkaitan dengan ulah rohani. Saat ini banyak beredar latihan meditasi untuk kesehatan. Tetapi kalau ingin mendapatkan hasil yang maksimal, lakukanlah meditasi sebagai ulah rohani. Karena yang akan didapatkan adalah dobel, kesehatan dan kedekatan dengan Tuhan.
Ketiga, mengisi ulang kekuatan rohani. Selain badan dan pikiran diisi ulang kekuatannya, daya rohani juga harus diisi ulang. Kita tentu pernah melihat orang yang menghadapi banyak masalah, diterpa banyak sekali persoalan hidup silih berganti tetapi orang tersebut masih bisa berdiri dengan tegar. Dari mana kekuatan itu? Ternyata kekuatan itu berasal dari daya rohani yang besar. Daya rohani ini adalah kedekatan dengan Tuhan. 

Dari tiga hal di atas, manakah yang sudah biasa kita lakukan dan belum biasa kita kerjakan? Kemungkinan mengolah daya rohani belum banyak kita sentuh. Atau kita mulai menyentuhnya tetapi belum terbiasa melatihnya. Padahal bagian ini memegang peran yang sangat penting. Daya rohani itu bekerja dari dalam, dia menguatkan pikiran, hati dan bahkan raga seseorang. 
Orang yang memiliki kedekatan dengan Tuhan itu badannya sehat dan pikirannya selalu tenang. Saya mengenal seseorang yang kerap saya panggil opa. Umurnya sudah 86 tahun tetapi bdannya masih sangat sehat dan pikirannya masih jernih. Ketika diperiksa oleh dokter, tidak ditemukan penyakit-penyakit yang mengerikan seperti yang dialami oleh banyak manusia modern. Padahal orang ini makan apa saja. Tidak ada pantangan. Tetapi badannya sehat, karena dia memiliki daya rohani yang sangat kuat. Bagaimana kita bisa memiliki daya rohani itu dan bagaimana mengisinya?
Pertama, milikilah hubungan personal dengan Tuhan. Janganlah mengahdap Tuhan kalau pas ada acara besar. Sekali-kali, atau bahkan terjadwal, buatlah kunjungan rutin kepada-Nya. Kalau kita hanya mengunjungi Tuhan pas ada acara besar, pas ada banyak orang, kita tidak memiliki kesempatan untuk bercakap-cakap secara personal. Maka buatlah hubungan personal dengan Tuhan.
Kedua, buatlah jadwal dan tepatilah jadwal itu. Misalnya, dalam seminggu saya akan dua kali mengunjungi Tuhan dan berkontak secara pribadi dengan dia. Atau mungkin jadwalnya dipersering, yaitu dalam seminggu, saya mau setiap hari memiliki waktu berduaan saja dengan Tuhan. Saya ingin bercakap-cakap dengan Dia. Tepatilah jadwal ini, lakukan secara rutin.
Ketiga, lakukan komunikasi dialogis, bukan monolog. Biarkan Tuhan juga berbicara, jangan menguasai pembicaraan dengan Tuhan. Kerap kali kita menguasai pembicaraan dengan Tuhan dan tidak memberi kesempatan kepada Tuhan untuk berbicara. Caranya bagaimana? Sediakan waktu hening. Carilah tempat untuk bisa hening, waktu untuk mendengarkan suara Tuhan. Baik juga kalau kita datang ke Gereja sewaktu gereja masih kosong, dan kita duduk diam di sana, hadir di hadapan Tuhan tanpa banyak bicara. Atau tempat lain yang memungkinkans aya hanya berdua saja dengan Tuhan, tanpa suara-suara lain. tanpa musik, tanpa keributan. Masuk ke dalam keheningan, masuk ke dalam hati, masuk ke dalam diri sendiri. Banyak orang takut melakukannya. Di sana nanti kita akan mendnegar suara Tuhan.
Suara Tuhan itu tidak datang sewaktu kita tertidur, atau sewaktu kita tidak sadarkan diri, tetapi ketika kita sadar sedang bercakap-cakap dengan Dia. Tentu kita tahu bahwa orang bercakap-cakap, berkomunikasi itu dua pihak, masing-masing bergantian brbicara dan mendengarkan. Demikian juga dengan Tuhan. Kita memnita Tuhan mendengarkan kita, maka kita juga harus mau mendengarkan Dia.
Keempat, lakukan ini terus, setiap hari. Jangan pernah menghitung, saya sudah melakukan ini berapa minggu, berapa bulan atau berapa tahun. lakukan saja terus setiap hari, selama kita diberi kesempatan. Suatu saat nanti hidup kita akan diubah tanpa kita menyadarinya. Orang lain yang akan menyadarinya. 
Sahabat selamat menikmati akhir pekan. Saat yang tepat untuk mengisi daya-daya hidup. Saat yang baik untuk menyegarkan badan dan pikiran, tentu saja daya rohani jangan dilupakan.

Hong Kong, 7 Fenruari 2014, 23:32pm 
  

Comments

Ketut Astiti said…
Waaaah....Mo......benaaaar.....sip.sip.sip. Daya rohani ini masih jauh dr kata 'full'....makasih ya Mo...renungan akhir pekan yg menyegarkan.
Ketut Astiti said…
Waaaah....Mo......benaaaar.....sip.sip.sip. Daya rohani ini masih jauh dr kata 'full'....makasih ya Mo...renungan akhir pekan yg menyegarkan.
Unknown said…
Ketut trima ksih kmbali

Popular Posts