21-12-2012 pukul 11.11

Tanggal 21 bulan 12 tahun 2011 pukul 11 lewat 11 menit, itulah judul tulisan ini. Bukan angka keramat juga bukan ramalan togel. Tanggal tersebut adalah tanggal yang banyak dibicarakan orang dalam kurun sepuluh tahun terakhir ini. Tanggal itu berkaitan dengan kalender dari suku Maya yang ditafsirkan banyak orang sebagai akhir dunia.
Sekilas mengenai keberadaan suku Maya.
Dari data Wikipedia dapat diketahui bahwa Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur. Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut "cenotes". Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan menggunakan gambar dan simbol, yang disebut "glyph". Ada dua macam glyph: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya. Misalnya kata "balam: jaguar", digambarkan dengan kepala binatang tersebut, atau dengan tiga suku kata "ba"-"la"-"ma" yang terdiri dari tiga gambar sejenis mangkok/tempurung.
Suku ini juga mengenal kecantikan seseorang, dengan membuat tempurung kepalanya menjadi rata, dengan cara mengikatkan papan di dahi dan tempurung belakang pada bayi/kelahiran anak, sehingga pada waktu dewasa mereka merasa anggun dengan memiliki tulang dahi yang rata. Adapun senjata yang digunakan adalah disebut "Atlatl", yakni semacam busur dan panahnya. Makanan utama mereka adalah: Tortilla. (Wikipedia)
Yang paling menarik dari suku Maya adalah kemampuan mereka dalam bidang matematika dan astronomi. Mereka memiliki perhitungan yang sangat akurat dalam bidang ini, bahkan mereka memiliki penanggalan yang luar biasa. Berdasar kemampuan matematika dan astronomi itu, mereka menghitung pergerakan planet-planet dan segala benda di langit. Perhitungan itu mereka abadikan dalam sebuah kalender. Kalender itu disebut-sebut sebagai ramalan suku Maya akan akhir dari dunia.
Pada tanggal itu (21-12-2012), tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.
Saat ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di pusat itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku penciptaan bintang masa depan. Untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. Semua itu disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi. Bangsa Maya yakin, sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia. (KOMPAS, 23 Februari 2009)
Penjelasan dan tafsiran mengenai kalender Maya itu amat beragam. Rata-rata mengarah kepada kehancuran bumi dan lahirnya suatu peradaban baru. Satu hal yang pasti, mereka melihat tata aturan alam semesta dan manusia yang ada di dalamnya adalah bagian yang sangat-sangat kecil. Tulisan ini tidak ingin masuk dalam polemik yang muncul atas segala tafsiran mengenai kalender Maya tersebut. Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan kesehatan holistik, yang menjelaskan tanggapannya atas kalender Maya sebagai lahirnya zaman baru. Zaman baru itu sangat tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan menghargai Ibu Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri kita yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,” ujarnya.
Manusia dan Alam Semesta
Manusia adalah bagian dari alam semesta yang tak ternalar pikiran manusia yang sempit. Alam semesta memiliki hokum sendiri dalam bergerak dan berkembang. Alam semesta ini ditata oleh Tangan yang Mahabesar. Pada awal mula semuanya kosong. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air (Kej 1:2).
Bagi mereka yang tidak percaya akan adanya Tuhan, mereka tetap percaya bahwa alam semsta ini ada awalnya, dan mungkin akan berakhir. Bagi kita yang percaya akan Tuhan, alam semesta ini berawal karena diciptakan oleh Tuhan. Bukan hanya itu, alam semesta juga diatur oleh Tangan Tuhan yang maha besar. Alam ini juga akan berakhir. Kapan waktunya kita tidak tahu, bisa jadi tanggal 21 bulan 12 tahun 2012 pukul 11.11 malam, tetapi bisa juga tidak.
Menyadari bahwa sesungguhnya manusia itu teramat sangat kecil di tengah alam semesta yang sangat besar, tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Kepada Tangan yang perkasa, yang mengatur alam semesta inilah mestinya hati kita tunduk menyembah. Kita bisa mengakui keagungan Tuhan itu bersama pemazmur.
Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mzm 8:2-5).


Comments

Popular Posts