Spiritualitas Karmel dan Keberagaman

Apakah Spiritualitas Karmel memiliki aspek relasi dengan kelompok lain? Pertanyaan ini menyeruak tatkala ada pertanyaan mengenai sumbangan spiritualitas karmel dalam kehidupan berbangsa dan beragama yang serba jamak. Ada banyak keyakinan dan aliran kepercayaan,bagaimana posisi karmel? Apa sumbangan karmel dalam menciptakankebersamaan dalam keberagaman?
Di sini saya postingkan presntasi bapakUskup Malang, Msgr. Herman Joseph Pandoyo Putro, o.Carm. yang ia paparkan dalam rekoleksi karmel.

KEKAYAAN SPIRITUALITAS KARMEL
Kontemplasi
Anugerah Allah yang mengubah seluruh eksistensi manusia.
Allah didalamnya mengubah kita.
(Karmel didepan tantangan panggilan, Niagara Fals 1986)

PERSAUDARAAN
Karmelit hidup di tengah umat manusia yang berbeban berat.
Karmelit ikut serta dalam kegembiraan dan harapan, kesusahan dan penderitaan umat manusia.
Karmelit harus menjadi tanda kenabian yang membebaskan dan mewartakan Sabda pengharapan dan keselamatan.
(Solidaritas dengan rakyat kecil, Rio de Janeiro,1980)

GAUDIUM ET SPES
Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang jaman sekarang merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus.
Kewajiban Gereja menyelidiki dan menafsirkan tanda-tanda jaman dalam cahaya Injil.Gereja dapat menanggapi pertanyaan yang diajukan tentang makna hidup sekarang, di masa mendatang, serta timbal balik antara keduanya.

GEREJA INDONESIA
Kontekstualisasi 'Gaudium et Spes': Munculnya istilah 'PERSAUDARAAN SEJATI' dalam 'Arah Dasar Gereja Katolik Indonesia'.
Istilah 'Persaudaraan sejati' dipromulgasikan oleh KH. Abdurahman Wahid pada Studium Generale STFT Widya Sasana pada tgl. 16 Desember 1996.
Persaudaraan sejati merangkum forum dialog Persaudaraan Kemanusiaan, Persaudaraan Kristiani,Persaudaraan Antar Umat Bergama.

ORDO KARMEL PROVINSI INDONESIA
SIKAP DASAR ORDO KARMEL BERKISAR PADA KONTEMPLASI DAN KERASULAN. SIKAP DASAR INI HARUS MERESAP DALAM SEGALA BIDANG KARYA KITA, KHUSUSNYA MELAWAN MUSUH PERSAUDARAAN DEWASA INI, MISALNYA: GEJALA MELAWAN KEADILAN, DAN PERIKEMANUSIAAN, RASA KESUKUAN , FANATISME AGAMA
( GBHAP OCARM, no. 13,14)

TELADAN ORDO KARMEL
FIGUR: MARIA DAN ELIA.
SANTO PETRUS THOMAS (1305-1366).
Uskup yang berkali-kali diberi tugas Bapa Suci mendamaikan yang berselisih. Tokoh perdamaian dan kesatuan.
SANTO ANDREAS KORSINI.
Uskup Fiesole(Italia) yang terkenal karena kerajinan dalam merasul, kebijaksanan dalam memimpin, usahanya mendamaikan dan kasih sayangnya pada kaum miskin.

BERBAGAI PANDANGAN tentang PLURALITAS
Realitas/ kebenaran itu majemuk.Realitas berdiri satu di samping yang lain.
Pandangan berbeda tidak dapat disesuaikan,kebenaran umum tidak ada:pluralitas ekstrim.
Ada dasar bersama.Kebersamaan dicari dengan dialog.Muncul forum-forum dialog.

DOKUMEN NOSTRA AETATE
Gereja juga menghargai umat Islam, yang menyembah Allah satu-satunya, yang hidup dan berdaulat, penuh belas kasihan dan mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, yang telah bersabda kepada umat manusia. Kaum muslimin berusaha menyerahkan diri dengan segenap hati kepada ketetapan-ketetapan Allah juga yang bersifat rahasia, seperti dulu juga Abraham-iman Islam dengan sukarela mengacu kepadanya- telah menyerahkan diri kepada Allah. Memang mereka tidak mengakui Yesus sebagai Allah, melainkan menghormatinya sebagai Nabi.Mereka juga menghormati Maria Bunda-Nya tetap perawan, dan pada saat tertentu dengan khidmad berseru kepadanya.Selain itu mereka mendambakan hari Pengadilan, bila Allah mengganjar semua orang yang telah bangkit (NA 3)

PANDANGAN KARL RAHNER
Jikalau, di satu pihak, kita memahami keselamatan sebagai sesuatu yang khas KRISTEN ... dan jikalau, di lain pihak, Allah benar-benar dan sungguh-sungguh bermaksud menyelamatkan semua orang-maka kedua aspek ini tidak dapat didamaikan dengan cara lain kecuali dengan menyatakan bahwa setiap manusia sesungguhnya memang terbuka terhadap pengaruh rahmat ilahi yang adi duniawi. Rahmat Allah yang universal itulah yang sesungguhnya menggerakkan dan mendorong dia mendamaikan suatu teologi Kristosentris dengan pengalaman keagamaan orang-orang bukan Kristen.(Harold Coward, ed.9, 2003)

PERKEMBANGAN TERKINI
Munculnya kesadaran bahwa tiap orang beragama memiliki yang teguh dan mutlak dan bahwa keyakinan-keyakinan berbeda:Orang Kristiani terikat pada Allah melalui Kristus,Kaum muslim pada Al Qur'an sebagai Firman Allah, penganut Hindu pada gagasan banyak jalan menuju satu Brahman etc.
Dialog membutuhkan kematangan ego yang memadai

PELUANG KARMELIT
Modal dasar: Spiritualitas Karmel: 'Kontemplatif dan Persaudaraan'.
Kebhinekaan wilayah kerja Ordo Karmel: Jawa, Sumatra, kalimantan, NTT, Timor Leste dengan keberagaman budaya,agama, istiadat.
Bukti kebersamaan komunitas Karmel:
'BETAPA INDAHNYA HIDUP BERSAMA SEBAGAI SAUDARA'



Comments

Popular Posts